sesuram masa lalu

June 27th, 2007 by nooreva

Seindah_masa_lalu

Hari telah berlalu………

semua yang telah ku lakukan
semua yang telah ku jalani
semua yang telah ku lalui
menjadi bayang-bayang semu
seakan mereka menyeretku
kedalam kegelapan masa lalu
kenapa kelam selalu menghantui
kenapa suram selalu mengikuti
kemana aku pergi…….

aku adalah manusia
aku bukan bayang-bayang
aku adalah wujud nyata
aku adalah pengalaman hidup

berikanlah aku seberkas sinar harapan
jangan lumuri aku dengan kesuraman
aku jenuh dengan kelam ini
aku muak dengan suramnya pengalaman hidupku!!!

Si Mungil

December 6th, 2006 by nooreva

Mandi_mataharibw

Sesaat tanganku yang sedang melipat kain kumal ini berhenti, pandangan mataku ku ayunkan ke ruang sebelah kamar ini.
Ketika itu nampak sosok bocah dengan girang melompat ke kanan dan ke kiri luapkan suka citanya demi melihat gambar tokoh anak kesukaannya.
Tak kusadari Aku benar-benar telah menjadi seorang Ayah.
Raut mukanya yang tak asing bagi diriku sangat jelas menempel di seontran wajahnya begitu pula wajah Sang Ibu.
Bocah mungil itu tumbuh dan bernalar, sepintar Ibunya.
Tubuhnya yang tak begitu montok tapi tinggi semampai, dengan kaus oblong dan tak berlengan,
sambil berteriak-teriak menirukan gerak gerik tokoh idolanya.
meski ucapannya nggak begitu sempurna tapi terdengar jelas.
Ayah . . .

Seteguk Air

October 10th, 2006 by nooreva

Setetes_rejeki

Hari ini . . .
Matahari menjelang surut
waktu melangkah detik demi detik
dilalui dengan ucapan terbalut doa
menyebut namaMu Ya . . . Allah
menahan rasa lapar demi ridhoMu
memerangi hawa nafsu . . .
mencurahkan hati & jiwa Kami
hanya untuk mengharap CintaMu

Ketika Adzan di kumandangkan
bedug-bedug bertabuhan . . .
hati menjadi lega mendengarnya
diiringi dengan ucapan doa
Kita berbuka membatalkan puasa
dengan seteguk air untuk membasahi
segenap kujur tenggorokan yang kerontang

Alhamdulillah telah kita lalui . . .
nikmatnya berpuasa dalam sehari ini
Semoga puasaku dilumuri berkahMu

1 tamparan untuk 3 pertanyaan

September 28th, 2006 by nooreva

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Bulan_awan_1

 

Pemuda    : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Kiyai    : Saya hamba Allah dan dengan    izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda    : Anda yakin?    Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai     : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.   
Pemuda     : Saya ada 3 pertanyaan :
1.  Kalau memang Tuhan itu    ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2.  Apakah yang dinamakan takdir
3.  Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari 
     api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama.
   Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu? Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda  : (sambil    menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai  : Saya tidak    marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda     : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai     :    Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda     : Tentu saja saya merasakan    sakit.
Kiyai     : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?
Pemuda     :    Ya!
Kiyai     : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak    bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kiyai     :    Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda     : Tidak.   
Kiyai     : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda     : Tidak.
Kiyai     : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai     : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api  dan neraka juga terbuat dari
api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang
menyakitkan untuk syaitan.
Sekarang anda mempunyai dua pilihan:
1. Biarkan E-mail ini tetap dalam mailbox anda  (..dan kena pula tamparan dari ‘u know who’) 2. Forward E-mail ini kepada orang yang anda kasihi dan Insya Allah keredhaan Allah akan dianugerahkan kepada setiap orang yang anda kirimi.
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata’ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.

WHO am I ?

September 6th, 2006 by nooreva

Topeng_duotone

Baru-baru ini aku dapat email yang isinya siapakah kamu sebenarnya dan termasuk yang mana?? 
semoga berkenan dan ada gunanya, siapa tau kamu di antara mereka??   

Bissmillahirrohmanirrohim..

Siapakah orang yang sibuk?

Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan

waktu sholatnya, seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman A.S. Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah…

dan bersegeralah!

Siapakah orang yang manis senyumannya?

Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ketika ditimpa musibah, lalu dia berucap "Inna

lillahi wainna illaihi rajiuun." Kemudian berkata,"Ya Rabbi,  Aku ridho dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Maka berbaik hatilah dan bersabar…

Siapakah orang yang kaya ?

orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada, dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini. Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah…

Siapakah orang yang miskin?

Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada,selalu menumpuk-numpukkan harta. Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki… Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan,namun masih berat untuk

melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Maka hargailah waktumu dan bersegeralah…

Siapakah orang yang paling cantik?

Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik. Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda…

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?

Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan, dimana

kuburnya akan diluaskan sejauh mata  memandang. Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu…

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ?

Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan, lalu

kuburnya menghimpitnya. Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia…

Siapakah orang yang mempunyai akal ?

Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak, karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka. Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mengharap ridho-Nya…

Siapakah org yg pelit ?

Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau membuang email ini begitu saja, malah dia tidak akan

menyampaikan kepada org lain. Maka sampaikanlah kepada yang lain sedikit berita gembira ini selagi sempat,karena tiada ruginya

bagimu…

Siapakah org yg dicintai Allah ?

Orang yang di cintai Allah adalah yang mencintai sesama manusia, tidak berbuat kerusakan (baik terhadap sesama maupun lingkungannya) dan bertaqwa kepadaNya…

Are You Experienced Enough To Start A Home Freelance Business?

September 6th, 2006 by nooreva

Are You Experienced Enough To Start A Home Freelance Business?

by Janice Sharman
Sharing_2_

The business gurus will tell you: if you start with what you know
your chances of success will be much greater. Okay, but suppose you
want to try something new, something drastically different from your
present career or a business that is way outside the your realm of
experience? Should having no knowledge of that business stop you from
pursuing it? My answer is a resounding ‘No!’ You can start cold
turkey and still be wildly successful.
When trying to make a decision about starting your own freelance,
home-based, or small business, you will find yourself asking one of
these questions:

* "How much experience do I need to start a home business?"

* "Do I have enough experience to start a home business?"

Textbook don’t answer these questions. You can either go ahead hoping
for the best, or you can go slowly analyzing every little step.

It is possible to go from being a bricklayer to a successful Internet
Guru. There are true stories of partially educated teenagers who
stumble on to a bright idea and become wildly successful.

A growing number of stay-at-home moms travel way out of their comfort
zones into the untried world of business. Yet without prior
preparation or knowledge of the world they were entering, met with
stunning success. It is just a matter of how willing you are to take
risks and educate yourself.

Stone Evans had no knowledge of the Home Business Industry when he
started working as an affiliate, yet he persevered. Now his
PlugInProfit Sites are famous and I’m sure he is enjoying his well-
earned success.
One of the important personal traits of an entrepreneur is the
willingness to explore new horizons, take risks and accept
responsibility for the risks taken.

An entrepreneur needs to be good at self-motivation, or have the
characteristic that gets and keeps a person moving even when things
seem dismal. It is this trait that will enable you to continue
despite drawbacks, like very little capital, lack of education or
limited experience.
Don’t get me wrong; knowledge and expertise are important when
starting a small home business.

Studies have shown that lack of business experience is one of the
major reasons for the failure of any business. So, if you are the
kind of person who likes to analyze your options then take time to
evaluate all the factors, then stick with your preferences.
If you think that you need more small business experience, there are
a number ways to acquire the necessary skills and knowledge for your
freelance venture.

You can scour the Internet for education packages, or you could
choose to get on-the-job training to give you some hands-on
experience in your field of interest by teaming up with someone who
already has an online business. There are definite advantages to
working with someone else in your industry of choice. You "earn as
you learn," while you increase your chances of becoming known online,
which makes it much easier when you decide to go it alone.
Approach obstacles like learning how to run a home-based business or
a new aspect of small business management, as an exciting challenge
and meet the challenge head-on.

Many of the successful entrepreneurs who started their ventures, did
so without fully understanding the mechanics involved, like them you
must motivate yourself to learn whatever is necessary to accomplish
your goals.
Take the initiative - Start a Freelance, Home-Based, or Small
Business!

Learn everything you can about your prospective business - the
product or service that you plan to sell, the niche you are thinking
of entering, your competition and your prospective market. Be sure to
do your homework.

If you possess common sense, the ability to learn new skills, are
enthusiastic about taking risks, or have the courage to venture into
the unknown, and the persistence to continue - you should be able to
overcome the initial lack of expertise and be wildly successful. Have
faith in yourself and determine come what may, you will have your own
home business.

Resolve within yourself to meet the daily challenges with courage,
giving the best you have to give. Running a successful home business
is not magic, it is about finding the information you need, then
putting it into practice, one step at a time.

—————————–
Janice Sharman currently runs the Sure Profits Center. Get ALL the
Home Business Internet Marketing Information and Resources You’ll
Ever Need to Profit on the Internet! Subscribe to her ‘Secrets To
Sure Profits’ Newsletter at http://www.profits4sure.com

Tuhan Sembilan Senti

September 6th, 2006 by nooreva

Enjoy_but_destroy
Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

***

Rinduku Ramadahan

September 6th, 2006 by nooreva

Frame
Ketika waktu berjalan melalui detik
melangkah melalui hari demi hari
tiba saatnya waktu yang selalu
Kita rindukan kedatangannya . . .

Bulan yang penuh berkah
Bulan yang dilumuri kasih sayang
Bulan yang dikarumiai ampunan

Ramadhan yang Indah
dihiasi dengan ibadah
dengan sajadah aku bersimbah
untuk mengharap berkah
dari Yang Maha Kuasa … ya Allah

Alhamdulilllah . . . Kita masih bertemu
Bulan suci Ramadahan yang dirindukan
Selamat menjalankan Ibadah Puasa